Hallo, i'm Desy. Welcome to My Blog! hope this help you! Please enjoy.... hajimemashite, watashi no namae wa desy desu. douzo yoroshiku!
RSS
Tampilkan postingan dengan label Lesson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lesson. Tampilkan semua postingan

Right vs. Left Brain


Right vs. Left Brain
Our brain, like many other parts of our anatomy, is made up of two halves, a left brain and a right brain. They are connected to each other by a thick cable of nerves at the base of each brain, called the corpus callosum. It is analogous to a cable or network connection between two incredibly fast and immensely powerful computers, each running a different program to process basically the same input. When Roger Sperry severed the corpus callosum in the sixties, which connected the left and right brains, he was stunned by the fact that his ‘split-brain’ patients behaved as if they had two minds and two persons in one body!
He found that the patient could name an object but could not explain what it was used for when the object was shown only to the right eye (the left ‘verbal’ brain processes data from the right visual field). When shown to the left eye (the right ‘non-verbal’ brain processes data from the left visual field), the patient could explain and demonstrate its use, but could not name it. Roger Sperry received the 1981 Nobel Prize for his work in this area. It appears that when a normal person names an object and explains its purpose, both halves or hemispheres of the brain, which are connected by the corpus callosum, participate in this final conclusion.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perlawanan Rakyat Terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda


Perlawanan Rakyat Terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda
Oleh: Desy Ambarwati VIIID (07)
No
Nama Perlawanan
Pemimpin
Penyebab
Akhir Perlawanan
1
Perlawanan Pattimura (1817)
Thomas Mattulesy (Pattimura)
1.      Belanda diduga akan membebani rakyat Maluku dengan berbagai kewajiban.
2.      Belanda akan mempraktikan kembali system monopoli perdagangan.
3.      Penindasan pemerintah Belanda terhadap rakyat Maluku.
4.      Pendudukan Belanda atas benteng Duurstede di Sapura.
Ditangkapnya Pattimura oleh Belanda (Belanda berhasil menduduki kembali Benteng Duurstede) dan Pattimura dihukum gantung di Benteng New Victoria.
2
Perang Diponegoro (1825– 1830)
Pangeran Diponegoro
1.      Raja dan kalangan istana tidak menyukai sikap Belanda yang turut campur dalam pemerintahan kesultanan Yogyakarta.
2.      Belanda telah mempersempit wilayah kekuasaan kesultanan Yogyakarta.
3.      Belanda melarang para bangsawan menyewakan tanah dan turut campur dalam pemerintahan di Mataram.
4.      Kaum ulama kecewa karena masuknya kebudayaan barat bertentangan dengan ajaran islam.
Pangeran Diponegoro ditangkap saat perundingan dengan Belanda lalu diasingkan ke Manado dan dipindahkan ke Makasar hingga wafatnya tanggal 08 Januari 1855.
3
Perang Paderi
(1821 - 1837)
Tuanku Imam Bonjol (Datuk Malim Basa)
1.      Pertentangan antara kaum adat dan paderi. Kaum Paderi ingin menghapus kegiatan masyarakat yang bertentangan dengan Islam. Sedangkan kaum adat ingin mempertahankannya.
2.      Adanya campur tangan Belanda dengan membantu kaum adat yang dipimpin oleh Datuk Satu.
Belanda melanggar perjanjian damai dan kembali menyerang kaum Paderi. Serangan tersebut menyadarkan kaum adat untuk bergabung dengan Paderi. Dalam peperangan, kaum paderi akhirnya terdesak  dan Benteng Bonjol dapat diduki oleh Belanda. Akhirnya Tuanku Imam Bonjol dan pasukannya menyerah. Lalu ia diasingkan ke Cianjur dan kemudian dipindahkan ke Manado hingga wafatnya.
4
Perang Aceh (1873 – 1904)
Teuku Umar
Umum:
1.      Belanda ingin menguasai Aceh.
2.      Belanda mencampuri hubungan Aceh dengan Turki, Italia dan Amerika Serikat.
3.      Adanya traktat Sumatra yang member peluang kepada Belanda untuk menyerang dan menguasai Aceh.
Khusus:
1.      Penolakan terhadap tuntutan Belanda yang menuntut Aceh tunfuk kepada pemerintah Belanda.
Pasukan Marsose melakukan siasat kekerasan yang berhasil mendesak para gerilyawan Aceh bahkan para pemimpin Aceh gugur dalam pertempuran. Dan para pemimpin perlawanan Aceh dipaksa menandatangani Korte Verklaring.
5
Perang Bali/ Perang Jagaraga (1846 – 1849)
Raja Buleleng dan I Gusti Jelantik
1.      Penolakan Belanda terhadap berlakunya Hukum Tawan Karang.
2.      Belanda menuntut kerajaan- kerajaan di Bali untuk mengakui kekuasaan pemerntah colonial Belanda.
3.      Kerajaan- kerajaan di Bali menolak tunduk kepada pemerintah Belanda.
Belanda berhasil merebut benteng Jagaraga dan kerajaan- kerajaan di Bali menjadi bagian kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.
6
Perang Banjar (1859 – 1863)
Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayat
 
1.      Belanda turut mencampuri urusan pergantian takhta Kerajaan Banjar.
2.      Penangkapan Prabu Anom yang menentang Belanda.
3.      Kekecewaan Pangeran Hidayat karena Prabu Anom dibuang ke Pulau Jawa.
Ditangkapnya Pangeran Hidayat dan gugurnya dan gugurnya para pejuang dalam pertempuran menyebabkan lemahnya perlawanan rakyat Banjar dan akhirnya dapat dipatahkan oleh Belanda.
                                                                      


                                         

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS